memasuki gang sempit dan kecil,
keseimbangan mulai menghilang,
galau,
kulalui malam dengan kegalauan,
tak sengaja kulewati rombongan orang asing,
berambut pirang,berperut buncit,
mereka tertawa keras,
tak berhenti bernyanyi bersama,
dengan bahasa yang tak kumengerti,
tak berhenti bernyanyi bersama,
dengan bahasa yang tak kumengerti,
bahagia sekali sepertinya,
dari mereka tercium bau alkohol yang sangat kental
tidak jauh dari sana,
aku melewati tumpukan sampah yang mengganggu penglihatan,
tapi bau sampah ini menurutku bahkan lebih harum dari bau alkohol
aku tidak akan lebih jauh berjalan,
sepertinya akan lebih baik bila aku cepat pulang saja,
secepatnya,















